vancognito.com – Debat hangat mengenai jumlah sewa liburan ilegal di Mallorca, Spanyol, semakin memanas. Dewan Mallorca menyebutkan bahwa sekitar 40% dari properti yang tersedia untuk sewa liburan jangka pendek beroperasi tanpa izin yang sah. Angka ini menuai banyak perhatian dan kekhawatiran di sektor pariwisata lokal. Namun, Asosiasi Habtur yang mewakili operator sewa liburan berlisensi menentang klaim tersebut dan meminta transparansi serta audit independen untuk memverifikasi data yang disampaiakn.
Dewan Mallorca, dalam upayanya menanggulangi masalah sewa liburan ilegal, merilis hasil studi selama setahun yang menganalisis 20.204 properti sewa liburan. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 7.978 listing atau 40% dari jumlah tersebut diduga beroperasi tanpa izin. José Marcial Rodríguez, anggota dewan pariwisata, mempresentasikan hasil tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan selama 12 bulan, yaitu properti yang tidak terdaftar di kantor pariwisata pemerintah Balearic.
Sementara itu, Habtur menyatakan skeptisisme terhadap akurasi laporan dewan, mengemukakan kesulitan dalam metodologi pengumpulan data. Habtur meminta kejelasan mengenai proses identifikasi properti ilegal, dan berpendapat bahwa banyak properti mungkin sedang dalam proses legalisasi, sehingga tidak seharusnya dianggap ilegal. Mereka khawatir laporan ini dapat menciptakan stigma negatif terhadap operator sewa yang sah.
Menghadapi kontroversi ini, Habtur menyerukan perlunya audit independen untuk memastikan keakuratan data dewan. Audit ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang sebenarnya.
Konflik antara Dewan Mallorca dan sektor sewa liburan memiliki implikasi besar terhadap industri pariwisata di pulau itu. Sementara sewa liburan ilegal dianggap memperburuk krisis perumahan, banyak operator sewa legal khawatir bahwa anggapan berlebih akan memicu regulasi lebih ketat yang dapat merugikan usaha mereka. Dalam bulan-bulan mendatang, diskusi lanjutan diharapkan bisa menghasilkan regulasi yang seimbang untuk mendukung pariwisata dan memenuhi kebutuhan penduduk lokal.