vancognito.com – Ruin bar telah menjadi daya tarik utama di Budapest sejak pembukaan Szimpla Kert pada tahun 2002. Terletak di Distrik VII, yang juga dikenal sebagai kawasan Yahudi tua, bar ini dibangun di bangunan yang ditinggalkan setelah Perang Dunia II, menciptakan suasana yang sangat berbeda bagi pengunjung. Tempat-tempat ini awalnya dimaksudkan untuk kalangan seniman dan mahasiswa, namun sejak 2010, popularitasnya meningkat pesat hingga memasuki arus utama.
Ruin bar ini dikenal tidak mencolok dari luar, tanpa tanda mencolok yang menunjukkan keberadaannya. Namun, saat memasuki halaman dalam, pengunjung disambut oleh suasana yang ramai dan penuh warna, di mana orang-orang saling bercengkerama dan menari. Bar-bar ini memiliki karakter unik masing-masing, biasanya menempati bangunan tua yang didekorasi dengan perabotan pasar loak dan karya seni yang kreatif.
Dari beberapa ruin bar terkenal, Szimpla Kert tetap menjadi yang paling populer, menawarkan berbagai tema ruang dan suasana yang unik. Selain itu, Grandio menyajikan suasana yang lebih santai, terkenal di kalangan pelancong dan lokal. Dürer Kert, yang dulunya adalah gedung universitas, menjadi tempat bersantai sembari menikmati pertunjukan musik.
Sementara itu, Instant-Fogas Complex mengklaim sebagai bar ruin terbesar di kota dengan banyak ruang dan fasilitas lengkap untuk menari. Meskipun banyak tempat ini kini dipenuhi wisatawan, banyak yang berhasil mempertahankan karakter aslinya. Ruin bar di Budapest bukan hanya sekadar tempat untuk menikmati minuman, tetapi juga mencerminkan kehidupan sosial dan budaya yang kaya dalam kota itu.