vancognito.com – Suatu hari di tengah pemotretan koleksi fashion FW25, tim produksi mengalami blackout total di lokasi remote di pedesaan Extremadura, Spanyol. Hilangnya sinyal telepon dan internet membuat mereka terputus dari dunia luar, sementara sumber daya dasar seperti listrik dan air juga menghilang. Lokasi pemotretan mereka, yang dikelilingi oleh pemandangan alam dramatis, menjadi semakin menantang saat kondisi tersebut terjadi.
Dalam upaya menghidupkan tema tentang warisan berkuda dan kerajinan kulit Spanyol, mereka memilih lokasi yang menonjolkan arsitektur romantis dan restoran farm-to-table. Sebelum kejadian itu, tim berhasil menyelesaikan sesi di hotel mewah Casa Del Limonero di Sevilla, yang menampilkan desain-desain dari merek terkenal seperti Louis Vuitton dan Fendi.
Ketika situasi blackout mulai terasa, para anggota tim mengandalkan informasi dari tamu lain, termasuk pasangan Belanda yang memiliki telepon satelit. Mereka menyebutkan bahwa pemadaman ini bersifat nasional, bahkan mungkin menjangkau seluruh Eropa. Para anggota tim berupaya tetap tenang dan melanjutkan kegiatan pemotretan sore itu, meskipun rencana awal untuk menjelajahi kuliner lokal terpaksa dibatalkan.
Usaha mereka berlanjut dengan melakukan perjalanan sejauh satu jam untuk bertemu dengan pemilik perusahaan kuda lokal, Frisones de Tentudia, yang mengelola kuda Friesian, sejenis kuda yang sering menjadi favorit kalangan keluarga kerajaan di Eropa. Dengan tetap berfokus pada pemotretan dan menggali keindahan lokal, tim bertekad untuk menjadikan pengalaman ini tetap berarti meski di tengah tantangan yang tak terduga.