vancognito.com – Ko Lipe, sebuah pulau di Thailand, kembali menarik perhatian setelah hampir dua dekade. Dalam perjalanan terbarunya, seorang pengunjung yang pernah tinggal di pulau ini pada tahun 2006 menilai perubahan yang drastis. Dahulu, Ko Lipe dikenal sebagai destinasi terpencil dengan suasana damai, di mana wisatawan dapat menikmati aktivitas sederhana seperti bersantai di pantai dan snorkeling.
Namun, setelah kunjungannya baru-baru ini, pengunjung tersebut menyatakan keprihatinan terhadap perkembangan yang tidak berkelanjutan di pulau itu. Banyak area yang dulunya alami kini telah dikuasai pembangunan. Jalan setapak yang dulunya berbatu telah bertransformasi menjadi jalan beraspal, sementara resor-resor mewah menggantikan pohon kelapa yang tumbuh subur. Dampak negatif dari kebangkitan pariwisata ini terlihat dari kerusakan terumbu karang akibat polusi dan praktik penangkapan ikan berlebihan.
Kondisi ini turut mempengaruhi masyarakat lokal, di mana banyak dari mereka terpaksa menjual kebun dan rumah untuk pengembang dari daratan. Sementara itu, pendatang baru kini mendominasi tenaga kerja, tetapi mereka tidak merasakan manfaat dari kemajuan ini. Meskipun pulau ini menawarkan pemandangan yang indah dengan air biru jernih dan pasir putih, pengunjung menilai bahwa daya tarik alami Ko Lipe kini telah tergerus.
Dengan adanya kasus ini, pengunjung menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif pulau lain yang lebih dikelola dengan baik, seperti Ko Lanta dan Ko Mook. Menurutnya, tindakan bijak untuk tidak mengunjungi Ko Lipe dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya pulau tersebut dan mendorong kesadaran akan pentingnya pariwisata berkelanjutan di Thailand.