vancognito.com – Pada 13 Juli 2018, Paul Miller, seorang warga Kanada berusia 51 tahun, hilang saat berlibur di Joshua Tree National Park. Bersama istrinya, Stephanie, Paul sedang merayakan ulang tahun pernikahan ke-26 mereka. Menyusul kabar penampakan domba gunung di Fortynine Palms Oasis Trail, Paul melakukan hike terakhir sebelum check-out. Namun, setelah waktu check-out pukul 11:00, Stephanie mulai khawatir saat Paul tidak kembali.
Setelah berjam-jam mencari dan pesawat mereka terbang tanpa kehadiran Paul, Stephanie melaporkan kehilangannya. Tim pencari datang, tetapi pencarian dihentikan setelah lima hari tanpa hasil. Petugas taman menyatakan Paul kemungkinan sudah mati karena suhu yang mencapai 41 derajat Celsius. Keluarganya memutuskan untuk tetap mencari sendiri setelah area tersebut dibuka kembali pada bulan November.
Di AS, pencarian orang hilang seringkali terhambat oleh regulasi yang tidak mengharuskan pencarian bagi orang dewasa yang hilang. Polisi umumnya hanya mencari mereka yang dianggap masih hidup dan dalam bahaya, sementara pencarian dihentikan seiring penilaian bahwa korban telah meninggal. Hal ini menyebabkan banyak keluarga merasa terjebak dan tanpa dukungan.
Theresa Sturkie, yang suaminya John hilang pada 2019 di San Jacinto Mountains, mengalami hal yang sama ketika pihak berwenang tidak mau mengabulkan pencarian. Namun, Cathy Tarr, seorang pencari sukarela tanpa pelatihan formal, bertekad untuk membantu keluarga-keluarga ini. Dalam konteks yang banyak menyimpan harapan dan kesedihan, keputusan untuk melanjutkan pencarian menjadi tantangan tersendiri.
Dengan pendirian organisasi non-profit, Cathy terus mendukung keluarga yang kehilangan, memberikan pelatihan keselamatan, dan membantu mencari orang hilang. Pencarian ini bukan hanya tentang menemukan jasad, tetapi juga tentang memberikan penutupan bagi keluarga yang berjuang menghadapi kehilangan.