vancognito.com – Memulai jalur Appalachian Trail menjadi tantangan bagi para pendaki, terutama saat berangkat pada musim dingin. Seorang pendaki memulai perjalanan pada awal Maret dan mengharapkan untuk menempuh jarak sekitar 15 mil pada hari pertamanya. Namun, setelah hanya 8 mil, ia kehabisan tenaga dan terpaksa berhenti di Hawk Mountain Shelter pada pukul 2 siang.
Hiking di musim dingin, khususnya di Montana, bukanlah pilihan yang menarik. Pendaki ini, yang menghabiskan waktu berlatih di gym dan kolam renang sebelum berangkat, menyadari bahwa ia memiliki kondisi fisik yang cukup, meskipun tidak ideal untuk hiking. Seiring waktu, ia menemukan bahwa meski berada di bawah kondisi fisik rata-rata, banyak pendaki yang mengalami hal serupa saat memulai perjalanan panjang.
Dale Atkinson, pemilik Peak Health & Fitness, menjelaskan bahwa kebanyakan pendaki tidak memerlukan pelatihan intensif berbulan-bulan sebelum memulai perjalanan panjang. Yang lebih penting adalah persiapan yang tepat dan realisme dalam mengatur ekspektasi. Banyak pendaki menganggap perjalanan ini sebagai ujian daya tahan, padahal masalah yang sering muncul lebih banyak berkaitan dengan cedera fisik akibat tegangnya sendi dan otot.
Dalam proses latihan, penting bagi pendaki untuk memperhatikan tanda-tanda dari tubuh, seperti kekakuan dan tingkat rasa sakit setelah beraktivitas. Mengabaikan tanda-tanda ini dapat berisiko menimbulkan cedera serius. Melatih kebugaran fisik dengan tetap aktif, serta memahami batas kemampuan tubuh, menjadi kunci penting untuk bisa bernavigasi di jalur Appalachian dengan aman dan efektif.