vancognito.com – Komunitas nomad digital kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menetap secara legal di Spanyol setelah pengenalan Visa Nomad Digital (DNV). Visa ini memungkinkan warga non-Uni Eropa untuk tinggal di Spanyol sambil bekerja secara remote dari perusahaan yang berada di luar negara tersebut.
Menurut Lucía Lagunas, pakar imigrasi, pemilihan kota menjadi langkah awal pentng dalam proses ini. Spanyol menawarkan beragam pilihan dengan karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh, Barcelona dikenal sebagai pusat teknologi internasional meski biaya hidupnya tergolong tinggi. Di sisi lain, Las Palmas di Gran Canaria menawarkan iklim tropis dan gaya hidup yang lebih terjangkau.
Kota-kota seperti Malaga dan Valencia juga semakin populer di kalangan nomad digital. Malaga mengalami transformasi menjadi pusat teknologi, dengan banyak cahaya matahari dan biaya hidup yang relatif rendah. Sementara itu, Valencia menawarkan keseimbangan yang baik antara gaya hidup urban dan biaya yang lebih terjangkau.
Namun, untuk mendapatkan visa ini, pelamar diwajibkan memenuhi persyaratan tertentu, termasuk membuktikan bahwa mereka memiliki penghasilan yang stabil, surat keterangan kerja dari perusahaan, serta dokumen yang lengkap dan tepat. Lucía menekankan pentingnya bingkai hukum dan administrasi yang cermat, karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam proses aplikasi.
Terdapat pula keuntungan dari memanfaatkan hukum perpajakan yang dikenal sebagai Beckham Law, yang menawarkan tarif pajak yang lebih rendah bagi nomad digital di Spanyol. Dengan bantuan tim profesional, pelamar dapat memastikan bahwa aplikasi mereka sesuai dengan semua persyaratan yang diperlukan, sehingga dapat menikmati hidup di Spanyol dengan tenang dan produktif.